SALOKA mempersembahkan acara SALOKA Awarding Night, dimana Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) memberikan penghargaan rekor kepada SALOKA Theme Park untuk Baru Klinthing Show.

Pertunjukan spektakuler yang menggabungkan Multimedia dan Fountain dengan mengangkat legenda rakyat, “Baru Klinthing”, sebagai yang pertama di Indonesia.

“Selama ini teknologi Multimedia dan Fountain kan biasanya menampilkan pertunjukan ke barat-baratan. Tapi, SALOKA punya cara khusus dengan teknologi itu untuk mengangkat budaya-budaya atau kearifan
lokal yang ada di sana,” ujar Paulus.

Tidak hanya berhenti di Baru Klinthing Show, Paulus mengatakan LEPRID berharap SALOKA akan mengembangkan pertunjukan edukasi lainnya yang mengangkat nilai-nilai kearifan budaya lokal secara permanen. Sebab, pertunjukan budaya tersebut dapat memperkaya literasi pendidikan masyarakat khususnya generasi muda terhadap budaya nusantara.

CEO SALOKA Theme Park, David Santosa Prasetyo, mengatakan awal mula hadirnya Baru Klinthing Show adalah untuk memperkenalkan dan melestarikan cerita rakyat terjadinya Rawa Pening dengan tokoh utama bernama Baru Klinthing.

Baru Klinthing show dikemas dengan sangat atraktif yang menggabungkan berbagai unsur teknologi dan penuh pesan-pesan moral yang cocok dinikmati bersama anggota keluarga.

David sangat berterima kasih bahwa upaya mengangkat budaya lokal diapresiasi oleh pihak pemerhati seperti LEPRID.

“Sebenarnya niat awal kami bukan untuk mencari rekor, tapi ternyata mendapat perhatian dari LEPRID. Sebenarnya kami hanya ingin menjadi bagian dari budaya lokal itu sendiri dan bisa menjadi kebanggaan lokal wilayah Jateng,” ujar David.

Adanya penghargaan rekor ini tentunya akan memberikan dampak positif dari segi bisnis bagi SALOKA sebagai tempat wisata keluarga. Di sisi lain, budaya-budaya lokal yang diangkat oleh SALOKA juga dapat lebih dikenal oleh masyarakat nasional.

SALOKA Theme Park menghadirkan Baru Klinthing Show setiap akhir pekan, Sabtu dan Minggu, pada pukul 19.00 WIB di arena Jejogedan. Pertunjukan berjalan selama kurang lebih 15 menit.

Di pengujung pertunjukan, akan muncul si Loka, maskot SALOKA berbentuk naga hijau sebagai transformasi Baru Klinthing, yang mengajak para penonton menari bersama.

Selain itu, LEPRID memberikan penghargaan rekor kedua kepada Pemerintah Kabupten Semarang karena prestasi pembinaan UMKM Pengolahan Limbah Plastik Termuda atas nama Deasy Esterina yang berusia 28 tahun.

Pendiri dan Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka mengatakan bahwa ada banyak anak muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan. Namun, baru Deasy Esterina, anak muda yang mengubah limbah plastik menjadi barang bernilai guna.

LEPRID mengacu dari beragam sumber data yang telah diuji. Paulus menjelaskan bahwa ada data yang dihimpun SALOKA, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, serta pemberitaan dari beragam media yang kemudian dikroscek oleh dewan pertimbangan LEPRID.

Deasy kemudian mengungkapkan bahwa dengan mewakili Pemerintah Kabupaten Semarang mendapatkan penghargaan rekor pengolahan limbah plastik dari LEPRID itu, seperti mendapatkan dorongan motivasi tambahan untuk berkarya lagi.

Sekaligus sebagai pembuktian bahwa sampah atau secondary material bisa menjadi sebuah produk yang diterima oleh masyarakat kembali dan punya nilai lebih tinggi.

“Jadi ini sangat menjadi pembuktian yang sangat berarti untuk saya sebagai UMKM. Target ke depannya, saya berharap Kreskros semakin memiliki banyak kesempatan mengolah limbah-limbah plastik menjadi
produk design yang berkelas internasional dan memberikan dampak lingkungan sosial yang benar-benar nyata dan kalau bisa terbesar,” ujar Deasy.

Bentuk apresiasi yang akan diberikan LEPRID kepada SALOKA maupun Pemerintah Kabupaten Semarang yaitu piala, medali, dan piagam penghargaan. Sejumlah hiburan nantinya akan memeriahkan acara ini, meliputi Drumblek sebagai seni pertunjukan khas Salatiga, dan ada penampilan dari Orkes Kerontjong Karimoeni yang merupakan sekumpulan anak muda asal Semarang yang melestarikan musik keroncong.

Leave a Reply