TUNTANG, suaramerdeka.com – Sebanyak lebih kurang 13,5 ton sampah dari dasar Sungai Widara, Kesongo, Tuntang berhasil diangkat oleh ratusan orang warga dan sukarelawan yang tergabung dalam Forum Komunikasi Relawan Lintas Komunitas Peduli Lingkungan Hidup (Forkom Relinko) Kabupaten Semarang, Minggu (29/9) pagi.

Mayoritas sampah domestik tersebut selanjutnya dibawa ke TPA Blondo Bawen menggunakan truk sampah Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Kepala DLH Kabupaten Semarang, Nurhadi Subroto mengatakan, Program Kali Bersih (Prokasih) kali ini dititikberatkan untuk aliran sungai yang mengalir ke Danau Rawapening.

“Kami terus mendorong masyarakat untuk sadar tidak membuang sampah sembarangan, karena persoalan sampah tidak mungkin hanya diurusi oleh pemerintah,” katanya.

Melalui Prokasih, pihaknya hendak menyadarkan masyarakat bahwa sungai bukan tempat pembuangan sampah terpanjang. Mengingat, fungsi utama dari sungai adalah untuk pengendali banjir disamping irigasi pertanian.

“Sungai Widara, lokasinya pinggir jalan. Faktanya kita melihat masih ditemukan masyarakat yang membuang sampah ke sungai, padahal alirannya mengarah ke Danau Rawapening,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, DLH Kabupaten Semarang akan terus melakukan pendampingan edukasi tentang pengolahan sampah menggunakan pola reuse, reduce, and recycle (3R). Sampah domestik rumah tangga bisa dikelola langsung di tempat pembuangan sementara (TPS) atau bank sampah di setiap desa/dusun.

“Dengan begitu, kami optimistis tidak ada lagi sampah yang dibuang sembarangan. Kemudian, masyarakat pun akan mendapatkan manfaat dari hasil usaha pengolahan sampah itu sendiri. Menyusul sampah yang masih bernilai ekonomis bisa langsung dijual,” terangnya.

Bersama OPD terkait, lanjut Nurhadi Subroto, pihaknya telah menyiapkan dua program strategis. Diantaranya, Program Sungai Bergizi. Nantinya, sungai yang sudah bersih dari sampah hendak ditebar benih ikan agar bisa dikelola penuh oleh masyarakat untuk kebutuhan suplai protein dari ikan. Selanjutnya, ada program strategis yang didukung oleh Kementerian PUPR. Yakni program tepat guna terkait limbah sampah plastik.

“Khusus tas plastik, rencananya akan dikumpulkan untuk dicacah. Kemudian dicampurkan ke bahan pengaspalan jalan, ini program nasional. Kami segera melaksanakan itu mengingat kebutuhannya banyak sekali,” ujar dia.

Leave a Reply