TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN — Budiyono, warga Dusun Sumurup Desa Asinan Kecamatan Bawen Kabupaten Semarang mendapatkan bantuan alat produksi pelet ikan berbahan enceng gondok.

Alat tersebut merupakan alat yang diberikan dari Tim Penelitian Kemitraan Masyarakat Teknologi (PKM-T) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang bagi Kelompok Usaha Upoyo Mina Dusun Sumurup yang terdiri atas tujuh orang.

Budiyono yang merupakan Ketua Upoyo Mina menyatakan alat tersebut terdiri atas mesin penggiling untuk menghaluskan enceng gondok dan oven untuk mengeringkan hasil gilingan.

Secara keseluruhan alat tersebut tidak memiliki kendala, namun dalam pengaplikasiannya terdapat masalah karena karakter batang enceng gondok yang berserat kasar tidak bisa halus dan menghasilkan pelet ikan yang kering.

“Kalau digunakan untuk pelet ikan, mungkin kurang maksimal karena karakter hasil olahan enceng gondok cenderung kasar karena pada bagian batang berserat,” ungkap Budiyono saat ditemui di kediamannya pada Senin (30/9/2019) sore.

Ia menambahkan, selain hasil penggiling enceng gondok yang tidak halus dan lembut, proses pengering untuk enceng gondok pun cenderung lama karena karakter enceng gondok yang memiliki kadar air tinggi.

Namun bila alat penggiling digunakan untuk memproduksi pakan unggas seperti ayam atau bebek yang teksturnya seperti bubur atau semipadat, masih bisa. Itu pun dibantu dengan tambahan dedak atau bekatul.

Alat itu sudah diujicobakan dan menghasilkan proses penggilingan yang kasar dan kurang cocok untuk pelet ikan. Sebagai nelayan lokal, ia mungkin akan menyarankan penggunaan material pada enceng gondok selain batang enceng gondok meskipun pada enceng gondok sendiri yang paling dominan merupakan batang dibanding bagian tubuh lainnya.

Sementara itu, Ketua Tim PKM-T Undip Novie Susanto mengatakan alat yang diberikan berupa mesin penepung dan pengering otomatis. Tim PKM-T Undip menyerahkan alat tersebut ke Upoyo MIna dengan harapan dapat meningkatkan proses produksi pelet ikan dari enceng gondok.

Alat tersebut merupakan mesin penepung dan pengering otomatis yang dilengkapi dengan pengatur panas dan kapasitas produksi. Ia tak menemukan kendala apapun dan masyarakat mendukung program PKM-T, termasuk penyerahan alat penepung dan pengering otomatis bagi Upoyo Mina.

Dengan adanya penyerahan alat penepung dan pengemas otomatis, diharapkan dapat meningkatkan proses produksi pelet ikan dan mempengaruhi pemasukan dan pendapatan masyarakat.

“Kami berharap alat ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, kami tidak melepas dalam proses sosialisasi dan pendampingan untuk penggunaan alat,” ujar Novie.

Ia menambahkan, enceng gondok merupakan gulma yang dapat merusak lingkungn perairan, eceng gondok yang memiliki nama ilmiah Eichornia crassipes membutuhkan perhatian khusus untuk mengendalikan pertumbuhannya.

Pengangkatan, penebaran ikan pemangsa alga, dan pemanfaatan eceng gondok merupakan cara-cara yang dapat mengendalikan pertumbuhan eceng gondok.

Pelet, merupakan produk pemanfaatan eceng gondok dengan biaya produksi yang terjangkau dan mampu membantu peternak dalam memanfaatkan enceng gondok yang ada di sekitaran Danau Rawa Pening.

Upoyo Mina memanfaatkan eceng gondok menjadi produk pakan ternak alami yang murah dan gampang diperoleh. Melalui produksi pelet ikan dapat membantu peternak dalam memberi pakan ternaknya setiap hari, menjadikan sumber penghasilan peternak juga meningkat dan ternak yang diberi makan akan cepat mengalami penggemukan.

Upoyo Mina sendiri merupakan kelompok usaha yang mengolah pelet ikan untuk diproduksi sendiri. Selama ini proses pengolahan dan produksi pelet ikan menggunakan lesung sebagai alat penepung enceng gondok dan pengeringan enceng gondok mengandalkan sinar matahari.

Menyadari hal tersebut, Dr Ing Novie Susanto dan Dr  Wilis Ari Seryati. tim PKM-T Undip melakukan penerapatan teknologi tepat guna berupa alat Penepung dan Pengering Otomatis (PPO) yang dilengkapi dengan pengatur panas dan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas Upoyo Mina dalam memproduksi 40 kg pelet ikan per hari. (*)

 

 

 

 

Leave a Reply