Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta mengolah enceng gondok menjadi pupuk kompos dan pakan ternak sebagai produk yang layak jual. Tim ini diketuai oleh Mercy Bientri Yunindanova, S.P., M. Si. dari Program Studi (Prodi) Agroteknologi Fakultas Pertanian (FP) UNS ini mengolah enceng gondok Rawa Pening Semarang.

“Rawa Pening yang terletak di Kabupaten Semarang memiliki 3 isu utama yang menjadi permasalahan yang tidak kunjung terselesaikan, salah satunya enceng gondok. Kami disini telah melakukan kegiatan sejak bulan Mei dan telah dilaksanakan selama 6 bulan,” ujar Mercy dalam keterangannya, Rabu (2/10/2019).

Enceng gondok yang merupakan gulma infasive ini telah menutupi sebagian besar permukaan Rawa Pening dan menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, perikanan, pariwisata, dan ekonomi secara umum. Oleh karena itu, Mercy Bientri Yunindanova, S.P., M. Si bersama Prof. Dr. Ir. Supriyono, M. S dan Bayu Setya Hertanto, S. Pt., M. Sc mengintegrasikan unsur akademisi, masyarakat dan pemerintah dalam menggabungkan unsur lingkungan dan ekonomi dalam menangani permasalahan enceng gondok di Rawa Pening.

“Kepedulian terhadap lingkungan tidak dapat sepenuhnya terlaksana jika masyarakat tidak mendapatkan keuntungan dari sisi ekonomi. Untuk itu kegiatan ini mendampingi masyarakat hingga dapat menghasilkan produk yang layak jual menggunakan bahan baku lokal yang tidak termanfaatkan serta untuk berkontribusi pada upaya penyelamatan Rawa Pening,” tambah Mercy.

Setelah didampingi secara intensif oleh Tim Pengabdian Masyarakat UNS, warga Desa Kadirejo kini telah mampu membuat produk pupuk organik enceng gondok ‘Surya Alam’ dan silase pakan komplit enceng gondok ‘Good Feed.’

Leave a Reply