Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Semarang telah menyiapkan rencana dan strategi mitigasi bencana untuk mengantisipasi perubahan musim. Pada 2019 ini, khususnya pada musim hujan nantinya akan disiapkan program penghijauan serta pemasangan biopori dan pembuatan sumur resapan.

“Biopori dan sumur resapan hendak kita perbanyak jumlahnya, itu akan ditunjang dengan pemberian bor khusus ke beberapa kecamatan untuk membantu pemasangan biopori,” kata Kepala DLH Kabupaten Semarang, Nurhadi Subroto melalui Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Budi Santosa, Minggu (6/10).

Mitigasi terhadap lingkungan tadi, menurutnya, bertujuan untuk menjaga ketersediaan air tanah di Kabupaten Semarang. Dengan rencana yang disusun tadi, pihaknya yakin nantinya bakal menekan kejadian sebagian air hujan yang mengalir langsung di atas permukaan tanah menuju sungai, danau atau laut .

“Secara umum cadangan air tanah di Kabupaten Semarang masih aman atau mencukupi, namun tetap butuh konservasi agar terjaga dengan baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Budi Santosa mengakui masih adanya beberapa wilayah kecamatan yang kekurangan air bersih ketika musim kemarau. Lokasi yang dimaksud sebagian besar tersebar di sisi timur Ibu Kota Kabupaten Semarang. Terutama wilayah lereng gunung, di Kecamatan Getasan dan Kecamatan Sumowono.

Ketika berbicara rencana jangka panjang, mulai 2020 nanti, DLH Kabupaten Semarang telah mengusulkan program eco hydraulic

. Program ini, bertitik tolak pada penanganan penyebab banjir secara integral. Teknisnya, hendak memasukkan serta mengembangkan unsur ekologi atau lingkungan dalam penyelesaian banjir, kekeringan, dan penyelesaian persoalan lingkungan.

Perpaduan komponen-komponen ekologi tadi, banyak digunakan di beberapa negara maju seperti Amerika Serikat, Kanada, Jerman, Inggris, dan Jepang . Dengan konsep yang ada, diharapkan bisa menghasilkan rekayasa yang berkualitas serta mempunyai manfaat positif dalam mengatasi banjir dan kekeringan.

“Prinsipnya, pola ini lebih pada mengembalikan fungsi alam. Wujudnya konstruksi seperti bronjong bertingkat bisa dari bambu, di sela-selanya ditanami rumput khusus, termasuk beberapa tanaman vegetasi, serta tanaman akar wangi,” terang dia.

Leave a Reply