Tim Visitasi Sekolah Calon Adiwiyata Kabupaten Semarang telah menyelesaikan rangkaian penilaian Program Sekolah Adiwiyata 2019. Setidaknya ada empat komponen yang dijadikan penentu lolos tidaknya seleksi di tingkat kabupaten/kota tersebut. Di antaranya tentang kebijakan sekolah yang berwawasan lingkungan, perencanaan dan kegiatan. Kemudian tingkat partisipasi, serta komponen sarana dan prasarana sekolah.

“Pekan kemarin, tim gabungan DLH, Kemenag, Disdikbudpora, dan Yayasan Bintari sudah selesai melakukan penilaian. Pengumumannya, dijadwalkan akhir November 2019 mendatang,” kata Kepala DLH Kabupaten Semarang Nurhadi Subroto melalui Kabid Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Budi Santosa, Selasa (29/10).

Ada pun sekolah yang dinilai, meliputi MIN 1 Semarang di Ambarawa, SDN Sudirman Ambarawa, SD Islam Ar Rahmah Suruh. SMP 2 Tengaran, SMP 2 Banyubiru, kemudian SMA 1 Tuntang, serta SMK Teresiana Bandungan. Budi Santosa melanjutkan, setelah ada pemenang tingkat kabupaten nantinya akan berjenjang diikutkan seleksi ke tingkat propinsi dan nasional.

“Sebelumnya ada penilaian berkas yang masuk, kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke sekolah calon adiwiyata,” jelasnya.

Kepala MIN 1 Semarang di Ambarawa, Hj Emy Ratnawati MPd mengatakan, di lingkungan sekolah sudah ada bank sampah yang dikelola guru dan siswa. Termasuk ruang hijau yang disekitarnya ditanami tanaman yang bisa diambil manfaatnya. Di antaranya lidah buaya, dan jahe. Tanaman yang ada kemudian dibuat makanan olahan seperti jeli, selai, puding, krim, masker, sampo, hingga dawet berbahan dasar lidah buaya. Selanjutnya untuk jahe, diolah menjadi sirup dan serbuk jahe sereh.

“Kami punya lahan lebih kurang 5.000 meter persegi, ada gazebo dan hutan sekolah disamping ada bank sampah,” katanya, didampingi Ketua Komite MIN 1 Semarang di Ambarawa, Maftuh SH.

Leave a Reply