Siapa sangka dari tanaman yang dianggap gulma bagi sebagian orang itu, Firman Setiaji (28) justru meraup untung hingga puluhan juta rupiah dari eceng gondok yang tumbuh subur di desanya, Desa Kesongo, Tuntang, Kabupaten Semarang.
“Eceng gondok itu banyak sekali di Rawa Pening, belum di manfaatkan secara maksimal, paling dijual dalam bentuk kering saja. Jika ini dibiarkan terus menerus maka ini bisa merusak ekosistem perairan,” ujar Firman saat ditemui , Ahad (3/11).
Mengusung nama Bengok Craft, berbagai produk kerajinan yang di gawangi lulusan jurusan Kriminologi UI ini telah menembus pasar hingga luar negeri. Tak terhitung berbagai pesanan dari berbagai negara baik dari Eropa, Asia dan bahkan Amerika sudah ia buat.
“Selain di Indonesia, produk kami sudah merambah hingga luar negeri, Eropa, Singapura dan lain sebagainya. Sudah berkali kali ikut pameran juga,” kata Firman.
Saat ini, sebut Firman, sudah ada puluhan produk kerajinan yang ia ciptakan. Seperti, baju, sandal, casing handphone berbagai tipe dan merk, tas, topi, buku, dan lain sebagainya. “Paling favorit sejauh ini totebag, casing hp, topi, dan apron. Kadang kadangalah sampai kehabisan, ” ujar Firman.
Untuk harga produknya sendiri, Firman mematok range harga mulai dari Rp 10.000 hingga ratusan ribu rupiah. “Tergantung tingkat kesulitannya, menyesuaikan saja, kalau yang paling murah itu gantungan kunci dan gelang paling cuma 10 ribu atau 20 ribu saja” ungkapnya.
Saat ditanya, berapa omzet yang ia dapatkan selama ini. Firman mengaku mampu meraup untung hingga puluhan juta rupiah sebulan.
“Lumayanlah, bisa sampai 15-20 juta rupiah sebulan, tergantung pesanan juga sebenarnya, saat ini sedang fokus mau bikin toko di Bali. Doakan ya,” ujarnya.

Leave a Reply