Adiwiyata 1

November, 2019. Berdasarkan  penilaian melalui verifikasi dokumen dan verifikasi lapangan pada program sekolah adiwiyata , pada Tahun 2019 diperoleh 7 sekolah yang memenuhi  syarat dan ketentuan penilaian untuk mendapatkan penghargaan sebagai sekolah berpredikat Sekolah adiwiyata Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2019.

Ketujuh sekolah tersebut terdiri dari 3 jenjang yaitu jenjang SD/MI, SMP/MTs,dan SMA/SMK/MA. Kepada  7 sekolah tersebut diberikan penghargaan berupa piala, piagam dan uang pembinaan. Adapun untuk  jenjang SD/MI Penghargaan  Predikat Sekolah Adiwiyata Tingkat Kabupaten Semarang Tahun 2019 diberikan kepada MIN 1 Semarang sebagai pelaksana terbaik 1, SDN Sudirman Ambarawa sebagai terbaik 2, dan SD Islam Ar-Rahmah sebagai terbaik 3. Untuk jenjang SMP/MTs penghargaan diberikan kepada SMPN 1 Tengaran sebagai pelaksana terbaik 1 dan SMPN 2 Banyubiru sebagai pelaksana Terbaik 2. Sedangkan untuk jenjang SMA/SMK/MA penghargaan diberikan kepada SMAN 1 Tuntang dan SMK Theresiana Bandungan.

Ketujuh sekolah tersebut telah mengintegrasikan kegiatan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ke dalam perangkat pembelajaran dan telah diterapkan kepada seluruh warga sekolah sebagai karakter dan terus berperilaku yang peduli dan berbudaya lingkungan.

Untuk ke depannya sekolah sekolah yang telah berpredikat sekolah adiwiyata tingkat kabupaten dapat meneruskan ke jenjang sekolah adiwiyata tingkat provinsi, tentu saja setelah memiliki nilai beserta bukti-bukti dukungnya yang memenuhi syarat sebagaimana ketentuan penilaian.

Adiwiyata ke 2

Desember 2019. Sekolah Peduli dan berbudaya  lingkungan, itu yang menjadi fokus program Adiwiyata. Kita semua mengetahui bahwa kerusakan lingkungan bumi kita sudah semakin masif dan mengancam kehidupan. Pemanasan global, cuaca ekstrim, pencairan es di kutub, naiknya permukaan air laut, kerusakan terumbu karang itu semua karena kadar emisi gas di atmosfir sudah melewati ambang batas aman. Banjir, longsor, kemarau panjang dan hujan yang tidak menentu semua juga akibat kerusakan lingkungan yang diakibatkan oleh ulah manusia yang tidak memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Menyelamatkan lingkungan yang sudah parah itu tidak dapat dilakukan oleh hanya satu-dua orang atau instansi, tapi oleh semua pihak. Kesadaran akan perlunya memelihara dan menyelamatkan lingkungan harus ditanamkan sejak dini pada setiap orang dan yang paling efektif adalah melalui pendidikan.

Dalam rangka pembinaan sekolah adiwiyata di kabupaten Semarang, melalui kegiatan koordinasi penilaian langit biru dinas lingkungan hidup mengajak 11 sekolah yang dipersiapkan menuju sekolah adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri serta beberapa perusahaan ( PT. Jamu dan Pharmasi Sido Muncul, PT. Purinusa Eka Persada, Coca-Cola Amatyl Indonesia)  untuk mengikuti sudy banding ke Asean Eco School di SMAN 2 Temanggung.

Studi banding ke SMAN 2 Temanggung merupakan salah satu rangkaian untuk mensukseskan program sekolah di bidang lingkungan (Adiwiyata). Hal ini dilakukan untuk mengetahui dan melihat secara real sekolah yang sudah dicanangkan sebagai sekolah Asean Eco-School pada tahun 2015 silam. Dari kegiatan studi banding ini di harapkan sekolah-sekolah adiwiyata di Kabupaten Semarang dapat  menggali, menimba dan memperoleh wawasan terhadap keberadaan sekolah adiwiyata yang  yang telah dicapai oleh SMAN 1 Temanggung mulai dari Adiwiyata Tingkat Kabupaten hingga meraih Asean Eco School.  Harapan selanjutnya wawasan yang telah diperoleh dapat semakin memotivasi, menginspirasi dan dapat diterapkan oleh sekolah-sekolah adiwiyata di Kabupaten Semarang  sehingga dapat  mewujudkan sekolah berwawasan peduli lingkungan hidup, yang akhirnya bisa memenuhi syarat sebagai sekolah adiwiyata ke jenjang berikutnya, yaitu menuju sekolah Adiwiyata Nasional dan Adiwiyata Mandiri.

Leave a Reply