Sebanyak 400 kg ikan di kolam tando harian PLTA Tuntang mati sejak tanggal 31 Desember 2019. Aliran air di tando tersebut berasal dari Danau Rawa Pening yang warnanya berubah menjadi gelap setelah turunnya hujan deras pada tanggal tersebut. Kematian massal ikan ini  hampir mencapai 40% dari populasi ikan yang ada dengan jenis ikan yang mati adalah ikan tawas dan grass carp. Tidak semua ikan mengalami kematian pada saat tersebut, dimana ikan gurami masih dapat bertahan. Ikan gurami dianggap sebagai ikan yang mampu bertahan hidup pada suhu ekstrem, kualitas air yang buruk, serta lingkungan dengan oksigen rendah.

Kematian ikan yang sama juga terjadi pada nelayan karamba di Danau Rawa Pening. Keterangan dari Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian, Perikanan dan Pangan Kabupaten Semarang, disampaikan hal tersebut juga terjadi pada musim pancaroba di tahun-tahun sebelumnya dan para peternak ikan telah mengetahui penyebabnya.

Penyebab dari terjadinya hal tersebut terjadi karena :

a. Perubahan temperatur

Temperatur air merupakan satu lingkaran. Jika terjadi perubahan temperatur danau atau waduk maka akan terjadi perputaran di dalam air. Hasil pengukuran dari accuweather.com disebutkan bahwa suhu udara di daerah Bawen terus mengalami penurunan pada titik terendahnya di tanggal 31 Desember 2019 dengan suhu rata – rata 28°C dan suhu air 26°C.

b. Upwelling.

Upwelling, dalam bahasa lokal mubal adalah naiknya benda – benda yang ada di dasar danau naik ke permukaan. Peristiwa ini terjadi di masa sebelum musim kemarau  ke musim hujan, atau setelah hujan ke kemarau. Jika terjadi upwelling semua unsur di bawah air akan naik ke atas dan mengontaminasi ikan yang ada. Kadar oksigen di air berkurang karena tertutup oleh semua partikel-partikel di bawah yang naik ke atas dan mengakibatkan kematian ikan.

c. Eutrofikasi.

Plankton dan ganggang yang tumbuh berlebih di suatu danau akan merebut oksigen dalam air dari ikan. Karena sama-sama butuh oksigen akan berebut dan ikan tidak bisa berkembang biak. Hasil pengukuran oksigen terlarut yang dilakukan PT.Jasa Tirta di Rawa Pening didapatkan hasil pengukuran oksigen terlarut sebesar 1,39 , dan di intake PLTA Jelok sebesar 2,9 dari baku mutu sungai kelas II sebesar 4.

Gulma seperti eceng gondok yang tumbuh berlebih juga dapat menganggu kehidupan ikan di danau. Karena gulma dapat menahan sinar matahari masuk ke dalam danau. Sehingga sinar matahari tidak turun ke bawah karena terutup dan tidak sehat karena kekurangan sinar matahari. Akibatnya ekosistem menjadi tidak seimbang dan terjadi kematian ikan secara massal tersebut, yang merupakan peristiwa alami yang dapat disebabkan karena perubahan iklim.

Leave a Reply