Proyek yang semula bernama Jateng Park dan sempat tertunda, dilanjutkan dengan berubah nama Jateng Valley. Namun, lokasi Jateng Valley masih tetap sama dan direncanakan ground breaking pada 15 Agustus besok.

Gubernur Ganjar Pranowo mengatakan perjanjian kerja sama (PKS) sudah ditandatangani, untuk pengembangan Wana Wisata Penggaron di Kabupaten Semarang. Yakni antara Perum Perhutani dengan Penggaron Sarana Semesta, dan Taman Wisata Jateng dengan Penggaron Sarana Semesta.

Ganjar menjelaskan, ground breaking Jateng Valley akan dilakukan pada 15 Agustus 2020 mendatang dan diharapkan menjadi wisata alternatif yang menjanjikan. Sebab, menggabungkan antara wisata alam dengan wisata teknologi.

Menurutnya, Jateng Valley jika sudah selesai terbangun akan menjadi taman wisata terbesar se-Asia Tenggara.

“Jadi, ini mimpi lama sejak 2012 yang macet. Maka tugas saja adalah nyogok. Maka, sekarang kita gaspol dengan desain futuristik yang mengawinkan konsep alam begitu. Jadi, konsep teknologi dengan alam dijadikan satu sehingga edukasinya ada dan green ekosistemnya juga diciptakan. Mudah-mudahan menjadi tempat wisata alternatif yang menjanjikan. Ini kerja sama pemerintah, Perhutani dan dunia swasta,” kata Ganjar, Sabtu (8/8).

Sementara Komisaris Utama Taman Wisata Jateng Prijo Handoko Rahardjo menambahkan, Jateng Valley akan menempati lahan seluas 37 hektare. Jateng Valley tidak hanya menjadi tempat hiburan wisata, tetapi juga wahana edukasi bagi wisatawan.

“Nanti ada wahana replika kapal Nabi Nuh, dan di dalamnya ada tempat wisata dan permainan. Untuk wahananya, kami tidak mengadopsi dari destinasi wisata mana pun. Pembangunan Jateng Valley menggandeng beberapa konsultan, satu di antaranya konsultan desain ibu kota baru Indonesia di Kalimantan,” ujar Handoko.

Lebih lanjut Handoko menjelaskan, Jateng Valley diharapkan masuk lima besar dunia wahana wisata terbaik.

Leave a Reply