Seorang petani sekaligus inisiator di Dusun Banaran, Desa Butuh, Kecamatanya jual karena harga dipasaran anjlok dan ‘nyesek’,” kata Sukardi, saat ditemui tengah meladeni masyarakat yang memetik buah tomat miliknya.

Tak pelak, puluhan ibu-ibu rumah tangga tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Mereka membela tempat untuk hasil pertanian Sukardi.

Upaya Sukardi mempersilakan masyarakat memetik sendiri hasil pertaniannya diakuinya sebagai upaya menyindir pemerintahan Jokowi baik lokal, regional dan nasional agar memperhatikan nasib petani seperti dirinya.

“Kepala daerah atau anggota dewan jangan mendekati petani hanya saat butuh suara saja, tapi coba perhatikan nasib petani yang saat ini benar-benar terpuruk,” ucapnya, mewakili puluhan petani di wajahnya.

Lebih jauh ia mengungkapkan, harga hampir semua jenis sayur mayur huktikultura jeblok sejak pandemi Covid-19 hingga 80% diakui atau tidak balik modal dengan biaya produksi.

Cara Sukardi ini, mendapat pengawalan dari anggota Babinsa Tenggaran 06 Kodim 0714 Salatiga Sertu Surono, serta pihak Kepolisian diwakilk langsung Kanit Reskrim Iptu Muh Ali dan Kapolsek AKP Hartono.

Anggota Babinsa Tenggaran 06 Kodim 0714 Salatiga Sertu Surono menambahkan, upaya Sukardi berbagi gratis hasil pertanian kepada masyarakat desa di wilayahnya kedepannya akan dijadikan sebagai lokasi argowisata.

Leave a Reply