Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi puncak musim hujan 2020/2021 diprakirakan terjadi pada Bulan Januari dan Februari 2021.

Kepala BMKG Stasiun Klimatologi Semarang, Tuban Wiyoso menerangkan, jika sejumlah diperkirakan wilayah memiliki panjang periode musim penghujan antara 14-27 dasarian.

Panjang periode musim hujan 2020/2021 diprakirakan paling pendek yakni 14 dasarian meliputi wilayah Rembang bagian timur, sebagian wilayah utara Pati dan sebagian kecil Jepara.

“Sedangkan terpanjang 27 dasarian meliputi wilayah Pekalongan bagian selatan, sebagian wilayah utara Purbalingga, sebagian kecil Banjarnegara dan Pemalang,” katanya.

Sementara itu, Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Semarang, Iis W Harmoko memprediksi pada musim penghujan kali ini akan memiliki potensi hujan yang lebih banyak dibandingkan dengan musim penghujan tahun lalu.

“Pada musim hujan tahun ini prakiraan 2 fenomena pendukung menunjukkan kecenderungan potensi hujan yang lebih banyak. Pertama La Nina Lemah – Moderat hingga awal tahun 2021, dan Dipole Mode Indonesia Negatif sampai dengan Desember 2020,” terangnya.

Melihat hal tersebut, pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan mitigasi potensi bencana yang kemungkinan di musim hujan seperti Banjir dan Tanah Longsor.

Adapun awal musim hujan di Jateng diperkirakan akan masuk di wilayah bagian tengah. Dan secara bertahap akan meluas ke wilayah lainnya.

“Untuk di bulan Oktober , prediksi kami, musim hujan sudah masuk di sejumlah wilayah seperti Kota Salatiga, Magelang dan Surakarta, Cilacap, Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Temanggung, Semarang, Magelang, Klaten,  Purworejo dan Kebumen.

” Lalu sebagian besar wilayah Boyolali dan Sukoharjo, sebagian wilayah Batang, Sragen dan Karanganyar, Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kendal dan Kota Semarang bagian selatan; sebagian wilayah Demak dan Grobogan,” tambahnya.

Sementara itu, awal musim hujan di bulan November diperkirakan akan terjadi di beberapa wilayah seperti, Tegal dan  Pekalongan, Jepara, Pati, Kudus, Rembang dan Blora.

“Kemudian sebagian besar wilayah Demak, Grobogan dan Wonogiri, sebagian wilayah Kab. Brebes, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Sragen dan Karanyar, Batang, dan Kota Semarang bagian utara, sebagian wilayah utara Kabupaten Boyolali,” imbuhnya.

Leave a Reply