Warga Kabupaten Semarang diminta untuk tetap menanam pohon meski di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo disela-sela menghadiri Gerakan Penanaman Pohon Bersama Masyarakat di Hulu Sungai Parat DAS Rawapening, Dusun Banyudono, Desa Gedong, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang, Sabtu (9/1/2021).

Menurut Ganjar, kegiatan menanam pohon merupakan investasi jangka panjang dalam rangka menjaga kelestarian Rawapening.

“Meski dalam konteks pandemi, jangan pernah lupa untuk selalu menanam.

Waktunya menurut BMKG sampai maret, tanam sebanyak-banyaknya. karena itulah investasi jangka panjang,” terangnya dalam rilis kepada Tribunjateng.com, Minggu (10/1/2021)

Ia menambahkan, dalam kondisi pandemi Covid-19 seperti ini.

Justru, kegiatan penanaman harus tetap dilakukan sekaligus menjaga imun.

Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), Widi Hartanto, menjelaskan gerakan penanaman pohon merupakan kelanjutan dari yang sudah digagas tahun 2020.

Total pohom sudah ditanam 7 ribu bibit.

“Kemudian kali ini ditanam 10 ribu bibit dengan jenis bibit pohon berbuah.

Kabupaten Semarang ada sebanyak 13.999 hektare lahan dengan kategori sangat kritis dan kritis,” katanya

Widi berharap gerakan penanaman pohon tersebut bagian dari upaya rehabilitasi dan konservasi tanah dan air untuk pengurangan erosi dan sedimentasi di hulu DAS Rawapening. Bibit pohon yang ditanam antara lain Durian, Mangga, Alpokat, Sengon hingga Matoa.

Leave a Reply